Timnas Indonesia U-19 berhasil menang telak 4-0 atas tim Pra PON Aceh. Gol pertama timnas dicetak oleh salah seorang dari tiga putra Aceh yang bergabung dengan skuad asuhan Indra Sjafri, Miftahul Hamdi.
Bagi penonton yang merupakan warga Aceh, gol yang dibuat oleh Hamdi tersebut terasa sangat spesial. Gol perdana Tur Nusantara II timnas Indonesia lahir dari kaki putra Aceh setelah
menerima umpan yang juga disodorkan oleh putra Aceh.
Seperti diketahui, Hamdi berhasil merobek jala gawang tim Pra PON Aceh setelah menerima umpan dari tendangan sudut sepakan Hendra Sandi Gunawan.
“Gol yang sangat indah. Spesial bagi kami. Yang beri umpan dan yang cetak gol dua-duanya anak Aceh. Kami sangat bangga dengan mereka,” ujar Alfian, salah seorang penonton kepada VIVAbola.
Selain itu, warga Aceh sangat bangga dengan penampilan Zulfiandi yang menjadi kapten tim menggantikan Evan Dimas yang turun di babak kedua. Kekalahan yang dialami tim Pra PON Aceh pun terasa diobati oleh permainan bagus Zulfiandi.
Sementara itu, pada pertengahan babak kedua, ratusan penonton yang hadir di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, meloncati pagar pembatas dan merangsek masuk mendekati lapangan hijau. Aksi ini dipicu membeludaknya jumlah penonton yang hadir.
Pantauan VIVAbola, penonton yang hadir melebihi kapasitas stadion. Hampir seribuan penonton yang hadir terpaksa menonton tim kesayangan mereka sambil berdiri. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Penonton yang terdesak berusaha melompati pagar dan mendekati lapangan pertandingan.
Aksi tersebut tidak dapat dicegah oleh pihak kepolisian. Penonton berhasil melompat akibat pihak kepolisian dan penjaga keamanan lainya tidak mengawasi penonton. Mereka terlihat menikmati aksi anak-anak asuhan Indra Sjafri tersebut.
Namun, aksi tersebut tidak mengganggu jalannya pertandingan. Penonton yang sudah telanjur melewati pagar pembatas dibiarkan duduk di pinggir lapangan dengan pengawasan pihak kepolisian.
0 comments: